Skrining TB Diminta Tak Menunggu Gejala Berat

FKM News-Masyarakat di Sulawesi Tengah diminta tidak menunggu gejala berat untuk melakukan pemeriksaan tuberkulosis atau TB. Skrining sejak dini dinilai penting agar kasus dapat ditemukan dan ditangani lebih cepat, sekaligus mencegah penularan di lingkungan sekitar.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Prof. Dr. Rosmala Nur, mengatakan pemerintah tengah mengembangkan skrining TB yang terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, masyarakat tidak harus menunggu mengalami batuk berkepanjangan untuk mendapatkan pemeriksaan, karena skrining dapat dilakukan berdasarkan gejala maupun faktor risiko.

Pemeriksaan berbasis komunitas juga akan melibatkan tim puskesmas untuk melakukan skrining di tengah masyarakat. Prof. Rosmala mengatakan Kementerian Kesehatan berencana menyediakan alat rontgen atau X-ray portabel untuk mendukung skrining TB di Sulawesi Tengah, sehingga pemeriksaan dapat dilakukan di berbagai lokasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Sementara itu, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Sulawesi Tengah, dokter Ryzqa, menjelaskan pemeriksaan TB dapat dilakukan melalui sejumlah metode sesuai kondisi pasien. Pemeriksaan dahak atau sputum menjadi salah satu metode, sedangkan pemeriksaan lanjutan dapat menggunakan PCR dan alat pemeriksaan lainnya.

“Sebaiknya masyarakat berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki gejala atau faktor risiko TB, nanti dokter dapat memberikan pengantar untuk menentukan jenis pemeriksaan laboratorium yang sesuai dengan kondisi pasien,” ujarnya.

Prof. Rosmala mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan skrining TB apabila tersedia di wilayah masing-masing. Program Berani Magaya juga mendorong masyarakat menjalani skrining, pengobatan dan pencegahan penularan TB melalui kolaborasi perguruan tinggi, fasilitas kesehatan dan pemerintah untuk memperkuat penemuan kasus serta memutus rantai penularan di Sulawesi Tengah.

Sumber : RRI.CO.ID

Similar Posts