Ratusan Mahasiswa di Sulteng Turun Tangan Dampingi Pasien TB Selama Enam Bulan

FKM News – Sebanyak 350 mahasiswa dilibatkan dalam program Berani Magaya untuk mendampingi pasien tuberkulosis (TB) di Kota Palu. Mahasiswa berasal dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Prof. Dr. Rosmala Nur, mengatakan mahasiswa bertugas mendampingi pasien agar patuh menjalani pengobatan. Pendampingan juga diberikan kepada keluarga dan kontak erat pasien untuk mencegah penularan baru.

“Mahasiswa yang terlibat tersebar di 14 puskesmas di Kota Palu. Mereka tidak hanya mengawasi kepatuhan minum obat, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pencegahan penularan TB,” kata Rosmala dalam Dialog Indonesia Sehat di RRI Palu, Jumat 25 September 2026.

Sementara itu, Kepala Labkesda Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Ryzqo, menjelaskan pengobatan TB harus dijalani hingga tuntas meskipun gejala pasien telah berkurang. Penghentian pengobatan terlalu dini dapat meningkatkan risiko masalah pengobatan, termasuk TB resisten obat.

“Kuman TB ini bisa dorman, tinggal di dalam paru-paru dalam jangka waktu yang lama. Makanya harus pengobatannya enam bulan,” ujar dr. Ryzqo.

Program Berani Magaya juga memberikan perhatian kepada keluarga dan kontak erat pasien yang tinggal serumah. Pendampingan dan edukasi diharapkan membantu meningkatkan kepatuhan pengobatan, mencegah penularan, serta memperkuat pemahaman masyarakat tentang TB, sementara evaluasi program akan melihat kondisi pasien dan kemungkinan munculnya kasus baru.

Rosmala berharap keterlibatan mahasiswa sekaligus menjadi pengalaman pembelajaran langsung agar mereka memahami persoalan kesehatan masyarakat secara lebih nyata.

Sumber : RRI.CO.ID

Similar Posts