{"id":57027,"date":"2021-08-30T14:27:12","date_gmt":"2021-08-30T06:27:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/?p=57027"},"modified":"2021-08-30T14:28:12","modified_gmt":"2021-08-30T06:28:12","slug":"pemasangan-x-banner-pembagian-pamflet-dan-poster-covid-19-di-pasar-sentral-inpres-manonda-kota-palu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/?p=57027","title":{"rendered":"Pemasangan  X Banner, Pembagian Pamflet dan Poster Covid 19 di Pasar Sentral Inpres Manonda Kota Palu"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Pemasangan X banner, Pembagian Leaflet dan Poster pencegahan COVID 19 di Pasar sentral inpres manonda Kota Palu<\/strong><\/p>\n<p>Virus Corona atau <em>severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 <\/em>(SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.<\/p>\n<p><em>Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 <\/em>(SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-57030 alignleft\" src=\"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-300x225.jpeg 300w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-768x576.jpeg 768w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Pasar adalah suatu pengaturan di mana dua pihak atau lebih terlibat dalam pertukaran barang, layanan, dan informasi disebut pasar. Idealnya pasar adalah tempat di mana dua pihak atau lebih terlibat dalam pembelian dan penjualan. Dua pihak yang terlibat dalam transaksi disebut penjual dan pembeli. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya transaksi adalah adanya barang yang diperjualbelikan, pedagang, pembeli, kesepakatan harga barang, serta tak ada paksaan dari pihak manapun. Dengan meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat di masa pandemic dapat dipastikan bahwa fungsi pasar akan terus ada sehingga membutuhkan upaya-upaya pencegahan yang komprehensif terkait Covid19 khususnya di wilayah pasar.<\/p>\n<p>Melalui pengabdian ini dilakukan pembagian leaflet dan poster serta pemasangan X-Banner terkait pencegahan covid19 di lingkungan pasar. Dengan adanya pembagian leaflet dan pemasangan X banner diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan penjual maupun pembeli. Dalam hal ini kesiapsiagaan mengandung unsur yang sangat penting yaitu sikap antisipasi atas adanya penularan covid19.<\/p>\n<p>Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan membagikan leaflet ke seluruh pelaku usaha dan pebeli serta memasang X banner yang ada di pasar sentral inpres manonda. Luaran dari pengabdian ini adalah keberhasilan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait upaya pencegahan penularan covid19. Target capaian yang diharapkan yaitu mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait dengan kesiapsiagaan dalam mencegah peularan covid19.<\/p>\n<p>Kejadian munculnya pandemi virus corona atau covid-19 mampu melumpuhkan aktivitas semua kalangan masyarakat yang dilakukan di luar rumah. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau\u00a0 pilek\u00a0 dan\u00a0 penyakit \u00a0yang serius seperti MERS dan SARS. Penularannya dari hewan ke manusia (zoonosis) dan penularan dari manusia ke manusia sangat terbatas. Masa pandemi covid-19 tidak bisa dikendalikan secara cepat sehingga membutuhkan penatalaksanaan yang begitu tepat baik dari pemerintah maupun masyarakat. Salah satu pencegahan untuk memutus penularan covid-19 yang dihimbau oleh pemerintah adalah tetap tinggal dirumah. Hal tersebut membatasi penulis untuk melakukan penelitian secara langsung di Rumah Sakit sehingga penelitian dilakukan berupa tinjaun kasus.<\/p>\n<p>Virus Corona atau COVID-19, kasusnya dimulai dengan pneumonia atau radang paru-paru misterius pada Desember 2019. Kasus ini diduga berkaitan dengan pasar hewan Huanan di Wuhan yang menjual berbagai jenis daging binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi, misal ular, kelelawar, dan berbagai jenis tikus.<\/p>\n<p>Kasus infeksi pneumonia misterius ini memang banyak ditemukan di pasar hewan tersebut. Virus Corona atau COVID-19 diduga dibawa kelelawar dan hewan lain yang dimakan manusia hingga terjadi penularan. Coronavirus sebetulnya tidak asing dalam dunia kesehatan hewan, tapi hanya beberapa jenis yang mampu menginfeksi manusia hingga menjadi penyakit radang paru. Sebelum COVID-19 mewabah, dunia sempat heboh dengan SARS dan MERS, yang juga berkaitan dengan virus Corona. Dengan latar belakang tersebut, virus Corona bukan kali ini saja membuat warga dunia panik. Memiliki gejala yang sama-sama mirip flu, virus Corona berkembang cepat hingga mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal organ. Ciri-ciri virus Corona pada gejala awal mirip flu sehingga kerap diremehkan pasien. Namun, berbeda dengan flu biasa, infeksi virus Corona atau COVID-19 berjalan cepat, apalagi pada pasien dengan masalah kesehatan sebelumnya.<\/p>\n<p>Kasus infeksi virus Corona atau COVID-19 yang masih mewabah bisa dicegah dengan cara yang sederhana. Berikut beberapa cara pencegahan virus Corona atau COVID-19 :<\/p>\n<ol>\n<li>Saat cuci tangan dengan sabun dan air minimal dilakukan selama 20 Kali<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jika tak ada air dan sabun bisa dengan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Cuci tangan harus dilakukan sebelum dan setelah beraktivitas.<\/p>\n<p>Ketika berada di fasilitas umum, sebaiknya jangan menyentuh tombol lift, pegangan pintu, pegangan tangga atau Jika harus menyentuh, sebaiknya gunakan tisu atau lengan baju dan segera cuci tangan setelahnya.Kasus infeksi virus Corona atau COVID-19 mudah menyerang saat di tempat ramai. Karena itu, usahakan tidak berada di keramaian apalagi dalam ruangan berventilasi buruk. Bila terpaksa berada di keramaian, jangan sembarangan menyentuh wajah, hidung, dan mata, apalagi bila belum cuci tangan.Bersih-bersih rumah menggunakan cairan disinfektan menjadi upaya lain mencegah kasus infeksi virus Corona atau COVID-19. Setelah cara-cara pencegahan ini dilakukan, jangan lupa gunakan masker saat beraktivitas di luar<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-57028 alignleft\" src=\"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu-300x169.jpeg 300w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu-768x432.jpeg 768w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Berdasarkan latar belakang tersebut tim pengabdian kepada masyarakat merasa perlu meningkatkan pengetahuan masyarakat di pasasr sentral inpres manonda agar dapat bersama mencegah bertambahnya penularan penyakit covid19 mengingat aktifitas yg terjadi di pasar ini tidak pernah sepi ataupun berkurang.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Rumusan Masalah<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah dalam program ini adalah bagaimana pengetahuan masyarakat dalam hal ini pelaku usaha dan konsumen sebelum dan setelah diberikan upaya promosi kesehatan melalui leaflet dan X banner.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tujuan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pasar sentral inpres manonda terkait upaya pencegahan covid19.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Luaran<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>Luaran dari program ini adalah pengetahuan dan mempengaruhi perilaku masyarakat pasar sentral inpres manonda terkait upaya pencegahan covid19.<\/p>\n<p><strong style=\"font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; word-spacing: normal;\">Kegunaan Program<\/strong><\/p>\n<p>Melalui pembagian leaflet dan pemasangan X banner diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat pasar sentral inpres manonda terkait upaya pencegahan covid19. Dalam hal ini upaya pencegahan mengandung unsur yang sangat penting yaitu sikap antisipasi atas penularan covid19.<\/p>\n<p><strong>GAMBARAN UMUM <\/strong><strong>MASYARAKAT SASARAN<\/strong><\/p>\n<p><strong> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-57029 alignleft\" src=\"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53-300x225.jpeg 300w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53-768x576.jpeg 768w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/strong>Pasar Inpres Manonda diresmikan oleh pemerintah daerah Tingkat 2 Donggala pada tahun\u00a0 1989,\u00a0 Pasar\u00a0 ini\u00a0 dilengkapi\u00a0 dengan beberapa\u00a0 prasarana dan sarana seperti los sayuran, los ikan, los daging, WC,\u00a0 halaman parkir\u00a0 dan ruang tunggu. Menurut penuturan pak Ahmad (43\u00a0 tahun)\u00a0 pada\u00a0 tahun\u00a0 1992 terjadi\u00a0 musibah\u00a0 kebakaran,\u00a0 sejak\u00a0 itu\u00a0 keadaan pasar\u00a0 menjadi\u00a0\u00a0 sembraut\u00a0\u00a0 dan\u00a0 tak\u00a0 teratur, sehingga sebagian pedagang pindah berdagang\u00a0\u00a0 kepasar\u00a0\u00a0 lain\u00a0\u00a0 dan ada juga\u00a0 pedagang\u00a0 yang\u00a0 memilih\u00a0 masih\u00a0 bertahan\u00a0 sampai\u00a0 saat\u00a0 ini.\u00a0 Berdasarkan\u00a0 observasi\u00a0 yang\u00a0 peneliti\u00a0\u00a0 lakukan,\u00a0\u00a0 keadaan\u00a0\u00a0 pasar\u00a0\u00a0 Inpres Manonda sudah cukup\u00a0 baik.\u00a0 Tempat-tempat berjualan para pedagang seperti\u00a0 ruko, los dan kios tertata cukup baik. Hal itu tentu menguntungkan dan mempengaruhi pendapatan para pedagang, akan tetapi dari keadaan\u00a0 tersebut\u00a0 masih banyak kekurangan, Sebagian pedagang di pasar Inpres Manonda menyatakan\u00a0\u00a0 bahwa\u00a0\u00a0 mereka\u00a0\u00a0 sangat\u00a0\u00a0 sulit mendapatkan\u00a0\u00a0 atau\u00a0\u00a0 meminjam modal untuk keperluan membeli\u00a0 barang\u00a0 yang\u00a0 akan\u00a0 di\u00a0 jual kembali,\u00a0 pedagang\u00a0 di pasar Inpres Manonda mayoritas pedagangnya berasal dari masyarakat menengah\u00a0 kebawah.\u00a0 Untuk mendapatkan modal kebanyakan para pedagang masih menggunakan modal sendiri atau bantuan modal dari keluarga dan mengandalkan\u00a0\u00a0\u00a0 hasil\u00a0\u00a0\u00a0 pertanian\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 maupun ketrampilannya\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 saja.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Padahal jika\u00a0 para pedagang\u00a0 pasar\u00a0 tersebut\u00a0 ingin\u00a0\u00a0 menambah modal,\u00a0 para\u00a0 pedagang\u00a0 bisa\u00a0 meminjam\u00a0 modal tersebut\u00a0 di\u00a0 bank\u00a0 atau\u00a0 lembaga\u00a0 keuangan lainnya. Namun hal ini hanya sebagian pedagang yang bisa meminjam modal ke pihak bank atau lembaga keuangan\u00a0 lainnya.\u00a0 Pedagang\u00a0 kecil\u00a0 hanya mengandalkan modal sendiri dan bantuan modal dari\u00a0 keluarga, karena ketersediaan modal yang\u00a0 dimiliki\u00a0 akan\u00a0 sangat\u00a0 berpengaruh\u00a0 terhadap\u00a0 pendapatan mereka.<\/p>\n<p>Jam buka tutup Pasar\u00a0 Inpres\u00a0 Manonda di\u00a0 buka\u00a0 mulai\u00a0 pukul\u00a0 06.00,\u00a0 namun para pedagang yang menempati los\u00a0 dan ruko buka pada\u00a0 pukul\u00a0 07.00\u00a0 tutup pada pukul 17.00. Jika dilihat dari waktu buka\u00a0 dan\u00a0 tutupnya pasar, Pedagang pasar Inpres Manonda tidak memiliki\u00a0 jam\u00a0 kerja\u00a0 yang\u00a0 sama.\u00a0 Lama\u00a0 jam kerja para pedagang di pasar Inpres Manonda adalah sekitar 11 jam. Namun ada pedagang yang hanya mengunakan jam kerja\u00a0 untuk berjualan\u00a0 3-6\u00a0 jam\u00a0 perhari untuk pedagang kaki lima, dan 7-10 jam perhari gunakan oleh pedagang yang menempati los dan ruko.\u00a0 Lokasi\u00a0\u00a0 usaha\u00a0\u00a0 pedagang\u00a0\u00a0\u00a0 saat\u00a0\u00a0\u00a0 ini berbeda- beda.\u00a0 Misalnya\u00a0 para\u00a0 pedagang\u00a0 yang menempati\u00a0 los\u00a0 letaknya\u00a0\u00a0 strategis\u00a0\u00a0 dan ada pula\u00a0 para\u00a0 pedagang\u00a0 yang\u00a0 menempati\u00a0 los kurang strategis yang letaknya\u00a0 jauh keramaian, pojokan pasar dan jauh dari pintu masuk.<\/p>\n<p>Lokasi\u00a0 tempat\u00a0 untuk\u00a0 berjualan merupakan\u00a0 hal\u00a0 yang\u00a0 sangat\u00a0 penting\u00a0 untuk dipertimbangkan, selain itu sebagian pedagang telah menjadikan badan jalan untuk berjualan.\u00a0 Bagian\u00a0 samping,\u00a0 belakang\u00a0\u00a0 pasar keadaannya\u00a0\u00a0 masih\u00a0\u00a0 kotor dan\u00a0 bau\u00a0 akibat penumpukan\u00a0 sampah.\u00a0 Kondisi\u00a0 tempat\u00a0\u00a0 yang nyaman\u00a0\u00a0 dan bersih akan\u00a0 berpengaruh terhadap\u00a0 minat\u00a0 pembeli\u00a0 untuk\u00a0 datang\u00a0 ke pasar,\u00a0 karena pembeli akan merasa nyaman dengan tempat itu sehingga akan menguntungkan para pedagang.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Pedagang yang tidak tertampung memanfaatkan lokasi yang berada di bagian Timur, Barat dan Selatan untuk memasarkan hasil-hasil pertanian, perkebunan, peternakan, serta perikanan. Hal ini menyebabkan sering terganggunya arus lalu lintas disekitar alur jalan keluar masuk Pasar inpres Manonda, apalagi pada hari pasar senin\u00a0 dan\u00a0 jumat\u00a0 yang\u00a0 membuat\u00a0 pasar\u00a0 dipadati oleh pedagang musiman.<\/p>\n<p>Bertahannya pasar Inpres Manonda sampai\u00a0 saat\u00a0 ini\u00a0 mengindikasikan bahwa pedagang telah memberikan kontibusi yang baik. Pengelolaan aset pasar yang profesional dan transparan, secara keseluruhan kebijakan pengembangan pasar sangat berpengaruh dari segi ekonomi, Terciptanya pasar tradisional yang aman,\u00a0\u00a0 nyaman,\u00a0\u00a0 dan\u00a0\u00a0\u00a0 bersih\u00a0\u00a0\u00a0 akan berdampak baik bagi pedapatan pedagang itu sendiri,maupun\u00a0 bagi\u00a0 pegunjung\u00a0 dan pembeli.\u00a0\u00a0 Menampung pedagang kecil atau golongan ekonomi lemah dalam melakukan\u00a0 aktifitas\u00a0 usahanya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<h1>\u00a0<\/h1>\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemasangan X banner, Pembagian Leaflet dan Poster pencegahan COVID 19 di Pasar sentral inpres manonda Kota Palu Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":57030,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","footnotes":""},"categories":[80],"tags":[],"class_list":["post-57027","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pengabdian","category-80","description-off"],"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52.jpeg",1600,1200,false],"thumbnail":["https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-1024x768.jpeg",1024,768,true],"1536x1536":["https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-1536x1152.jpeg",1536,1152,true],"2048x2048":["https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52.jpeg",1600,1200,false],"awb_sm":["https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52.jpeg",500,375,false],"awb_md":["https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52.jpeg",800,600,false],"awb_lg":["https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52.jpeg",1280,960,false],"awb_xl":["https:\/\/fkm.untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52.jpeg",1600,1200,false]},"uagb_author_info":{"display_name":"admin","author_link":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/?author=1"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":null,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=57027"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57032,"href":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/57027\/revisions\/57032"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/57030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=57027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=57027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fkm.untad.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=57027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}