<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengabdian &#8211; FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT</title>
	<atom:link href="https://fkm.untad.ac.id/category/pengabdian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://fkm.untad.ac.id</link>
	<description>UNIVERSITAS TADULAKO</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Sep 2021 08:45:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Edukasi Personal Hygiene pada anak di Hunian tetap Kota Palu</title>
		<link>https://fkm.untad.ac.id/edukasi-personal-hygiene-pada-anak-di-hunian-tetap-kota-palu/</link>
					<comments>https://fkm.untad.ac.id/edukasi-personal-hygiene-pada-anak-di-hunian-tetap-kota-palu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Sep 2021 08:45:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fkm.untad.ac.id/?p=57061</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-57062 alignleft" src="https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-08-at-18.23.29-300x169.jpeg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-08-at-18.23.29-300x169.jpeg 300w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-08-at-18.23.29-1024x576.jpeg 1024w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-08-at-18.23.29-768x432.jpeg 768w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-08-at-18.23.29.jpeg 1160w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian dengan tema “Edukasi Personal Hygiene pada anak di hunian tetap Kota Palu”. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Hunian Tetap Tondo dengan mengangkat topik cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Sikat Gigi yang Benar.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-57064 alignleft" src="https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-08-at-18.23.33-300x169.jpeg" alt="" width="314" height="177" srcset="https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-08-at-18.23.33-300x169.jpeg 300w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-08-at-18.23.33-1024x576.jpeg 1024w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-08-at-18.23.33-768x432.jpeg 768w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-09-08-at-18.23.33.jpeg 1160w" sizes="(max-width: 314px) 100vw, 314px" />Proses pemberian materi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Sikat Gigi yang Benar oleh mahasiswa FKM Untad kepada anak SD di Hunian Tetap Tondo. Sasaran berjumlah 15 orang. Selain pemberian materi, juga ada pemutaran video animasi terkait cara Cuci Tangan Pakai Sabun dan Sikat Gigi yang Benar.</p>
<p>Proses simulasi atau praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Sikat Gigi yang Benar yang dilakukan oleh mahasiswa FKM Untad. Praktik dilakukan setelah anak-anak mendapatkan materi dan menonton video animasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fkm.untad.ac.id/edukasi-personal-hygiene-pada-anak-di-hunian-tetap-kota-palu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemasangan  X Banner, Pembagian Pamflet dan Poster Covid 19 di Pasar Sentral Inpres Manonda Kota Palu</title>
		<link>https://fkm.untad.ac.id/pemasangan-x-banner-pembagian-pamflet-dan-poster-covid-19-di-pasar-sentral-inpres-manonda-kota-palu/</link>
					<comments>https://fkm.untad.ac.id/pemasangan-x-banner-pembagian-pamflet-dan-poster-covid-19-di-pasar-sentral-inpres-manonda-kota-palu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2021 06:27:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fkm.untad.ac.id/?p=57027</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Pemasangan X banner, Pembagian Leaflet dan Poster pencegahan COVID 19 di Pasar sentral inpres manonda Kota Palu</strong></p>
<p>Virus Corona atau <em>severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 </em>(SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga kematian.</p>
<p><em>Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 </em>(SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, seperti lansia (golongan usia lanjut), orang dewasa, anak-anak, dan bayi, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-57030 alignleft" src="https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-300x225.jpeg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-300x225.jpeg 300w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-1024x768.jpeg 1024w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-768x576.jpeg 768w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52-1536x1152.jpeg 1536w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.52.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Pasar adalah suatu pengaturan di mana dua pihak atau lebih terlibat dalam pertukaran barang, layanan, dan informasi disebut pasar. Idealnya pasar adalah tempat di mana dua pihak atau lebih terlibat dalam pembelian dan penjualan. Dua pihak yang terlibat dalam transaksi disebut penjual dan pembeli. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya transaksi adalah adanya barang yang diperjualbelikan, pedagang, pembeli, kesepakatan harga barang, serta tak ada paksaan dari pihak manapun. Dengan meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat di masa pandemic dapat dipastikan bahwa fungsi pasar akan terus ada sehingga membutuhkan upaya-upaya pencegahan yang komprehensif terkait Covid19 khususnya di wilayah pasar.</p>
<p>Melalui pengabdian ini dilakukan pembagian leaflet dan poster serta pemasangan X-Banner terkait pencegahan covid19 di lingkungan pasar. Dengan adanya pembagian leaflet dan pemasangan X banner diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan penjual maupun pembeli. Dalam hal ini kesiapsiagaan mengandung unsur yang sangat penting yaitu sikap antisipasi atas adanya penularan covid19.</p>
<p>Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan membagikan leaflet ke seluruh pelaku usaha dan pebeli serta memasang X banner yang ada di pasar sentral inpres manonda. Luaran dari pengabdian ini adalah keberhasilan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait upaya pencegahan penularan covid19. Target capaian yang diharapkan yaitu mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait dengan kesiapsiagaan dalam mencegah peularan covid19.</p>
<p>Kejadian munculnya pandemi virus corona atau covid-19 mampu melumpuhkan aktivitas semua kalangan masyarakat yang dilakukan di luar rumah. Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau  pilek  dan  penyakit  yang serius seperti MERS dan SARS. Penularannya dari hewan ke manusia (zoonosis) dan penularan dari manusia ke manusia sangat terbatas. Masa pandemi covid-19 tidak bisa dikendalikan secara cepat sehingga membutuhkan penatalaksanaan yang begitu tepat baik dari pemerintah maupun masyarakat. Salah satu pencegahan untuk memutus penularan covid-19 yang dihimbau oleh pemerintah adalah tetap tinggal dirumah. Hal tersebut membatasi penulis untuk melakukan penelitian secara langsung di Rumah Sakit sehingga penelitian dilakukan berupa tinjaun kasus.</p>
<p>Virus Corona atau COVID-19, kasusnya dimulai dengan pneumonia atau radang paru-paru misterius pada Desember 2019. Kasus ini diduga berkaitan dengan pasar hewan Huanan di Wuhan yang menjual berbagai jenis daging binatang, termasuk yang tidak biasa dikonsumsi, misal ular, kelelawar, dan berbagai jenis tikus.</p>
<p>Kasus infeksi pneumonia misterius ini memang banyak ditemukan di pasar hewan tersebut. Virus Corona atau COVID-19 diduga dibawa kelelawar dan hewan lain yang dimakan manusia hingga terjadi penularan. Coronavirus sebetulnya tidak asing dalam dunia kesehatan hewan, tapi hanya beberapa jenis yang mampu menginfeksi manusia hingga menjadi penyakit radang paru. Sebelum COVID-19 mewabah, dunia sempat heboh dengan SARS dan MERS, yang juga berkaitan dengan virus Corona. Dengan latar belakang tersebut, virus Corona bukan kali ini saja membuat warga dunia panik. Memiliki gejala yang sama-sama mirip flu, virus Corona berkembang cepat hingga mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal organ. Ciri-ciri virus Corona pada gejala awal mirip flu sehingga kerap diremehkan pasien. Namun, berbeda dengan flu biasa, infeksi virus Corona atau COVID-19 berjalan cepat, apalagi pada pasien dengan masalah kesehatan sebelumnya.</p>
<p>Kasus infeksi virus Corona atau COVID-19 yang masih mewabah bisa dicegah dengan cara yang sederhana. Berikut beberapa cara pencegahan virus Corona atau COVID-19 :</p>
<ol>
<li>Saat cuci tangan dengan sabun dan air minimal dilakukan selama 20 Kali</li>
</ol>
<p>Jika tak ada air dan sabun bisa dengan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen. Cuci tangan harus dilakukan sebelum dan setelah beraktivitas.</p>
<p>Ketika berada di fasilitas umum, sebaiknya jangan menyentuh tombol lift, pegangan pintu, pegangan tangga atau Jika harus menyentuh, sebaiknya gunakan tisu atau lengan baju dan segera cuci tangan setelahnya.Kasus infeksi virus Corona atau COVID-19 mudah menyerang saat di tempat ramai. Karena itu, usahakan tidak berada di keramaian apalagi dalam ruangan berventilasi buruk. Bila terpaksa berada di keramaian, jangan sembarangan menyentuh wajah, hidung, dan mata, apalagi bila belum cuci tangan.Bersih-bersih rumah menggunakan cairan disinfektan menjadi upaya lain mencegah kasus infeksi virus Corona atau COVID-19. Setelah cara-cara pencegahan ini dilakukan, jangan lupa gunakan masker saat beraktivitas di luar</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-57028 alignleft" src="https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu-300x169.jpeg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu-300x169.jpeg 300w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu-1024x576.jpeg 1024w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu-768x432.jpeg 768w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu-1536x864.jpeg 1536w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/Pemasangan-X-Banner-Pembagian-Pamflet-dan-Poster-Covid-19-di-Pasar-Sentral-Inpres-Manonda-Kota-Palu.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" />Berdasarkan latar belakang tersebut tim pengabdian kepada masyarakat merasa perlu meningkatkan pengetahuan masyarakat di pasasr sentral inpres manonda agar dapat bersama mencegah bertambahnya penularan penyakit covid19 mengingat aktifitas yg terjadi di pasar ini tidak pernah sepi ataupun berkurang.</p>
<ul>
<li><strong>Rumusan Masalah</strong></li>
</ul>
<p>Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah dalam program ini adalah bagaimana pengetahuan masyarakat dalam hal ini pelaku usaha dan konsumen sebelum dan setelah diberikan upaya promosi kesehatan melalui leaflet dan X banner.</p>
<ul>
<li><strong>Tujuan</strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pasar sentral inpres manonda terkait upaya pencegahan covid19.</p>
<ul>
<li><strong>Luaran</strong></li>
</ul>
<p><strong> </strong>Luaran dari program ini adalah pengetahuan dan mempengaruhi perilaku masyarakat pasar sentral inpres manonda terkait upaya pencegahan covid19.</p>
<p><strong style="font-family: -apple-system, BlinkMacSystemFont, 'Segoe UI', Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, 'Helvetica Neue', sans-serif; word-spacing: normal;">Kegunaan Program</strong></p>
<p>Melalui pembagian leaflet dan pemasangan X banner diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat pasar sentral inpres manonda terkait upaya pencegahan covid19. Dalam hal ini upaya pencegahan mengandung unsur yang sangat penting yaitu sikap antisipasi atas penularan covid19.</p>
<p><strong>GAMBARAN UMUM </strong><strong>MASYARAKAT SASARAN</strong></p>
<p><strong> <img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-57029 alignleft" src="https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53-300x225.jpeg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53-300x225.jpeg 300w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53-1024x768.jpeg 1024w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53-768x576.jpeg 768w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53-1536x1152.jpeg 1536w, https://fkm.untad.ac.id/wp-content/uploads/2021/08/WhatsApp-Image-2021-08-30-at-12.46.53.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /></strong>Pasar Inpres Manonda diresmikan oleh pemerintah daerah Tingkat 2 Donggala pada tahun  1989,  Pasar  ini  dilengkapi  dengan beberapa  prasarana dan sarana seperti los sayuran, los ikan, los daging, WC,  halaman parkir  dan ruang tunggu. Menurut penuturan pak Ahmad (43  tahun)  pada  tahun  1992 terjadi  musibah  kebakaran,  sejak  itu  keadaan pasar  menjadi   sembraut   dan  tak  teratur, sehingga sebagian pedagang pindah berdagang   kepasar   lain   dan ada juga  pedagang  yang  memilih  masih  bertahan  sampai  saat  ini.  Berdasarkan  observasi  yang  peneliti   lakukan,   keadaan   pasar   Inpres Manonda sudah cukup  baik.  Tempat-tempat berjualan para pedagang seperti  ruko, los dan kios tertata cukup baik. Hal itu tentu menguntungkan dan mempengaruhi pendapatan para pedagang, akan tetapi dari keadaan  tersebut  masih banyak kekurangan, Sebagian pedagang di pasar Inpres Manonda menyatakan   bahwa   mereka   sangat   sulit mendapatkan   atau   meminjam modal untuk keperluan membeli  barang  yang  akan  di  jual kembali,  pedagang  di pasar Inpres Manonda mayoritas pedagangnya berasal dari masyarakat menengah  kebawah.  Untuk mendapatkan modal kebanyakan para pedagang masih menggunakan modal sendiri atau bantuan modal dari keluarga dan mengandalkan    hasil    pertanian     maupun ketrampilannya     saja.     Padahal jika  para pedagang  pasar  tersebut  ingin   menambah modal,  para  pedagang  bisa  meminjam  modal tersebut  di  bank  atau  lembaga  keuangan lainnya. Namun hal ini hanya sebagian pedagang yang bisa meminjam modal ke pihak bank atau lembaga keuangan  lainnya.  Pedagang  kecil  hanya mengandalkan modal sendiri dan bantuan modal dari  keluarga, karena ketersediaan modal yang  dimiliki  akan  sangat  berpengaruh  terhadap  pendapatan mereka.</p>
<p>Jam buka tutup Pasar  Inpres  Manonda di  buka  mulai  pukul  06.00,  namun para pedagang yang menempati los  dan ruko buka pada  pukul  07.00  tutup pada pukul 17.00. Jika dilihat dari waktu buka  dan  tutupnya pasar, Pedagang pasar Inpres Manonda tidak memiliki  jam  kerja  yang  sama.  Lama  jam kerja para pedagang di pasar Inpres Manonda adalah sekitar 11 jam. Namun ada pedagang yang hanya mengunakan jam kerja  untuk berjualan  3-6  jam  perhari untuk pedagang kaki lima, dan 7-10 jam perhari gunakan oleh pedagang yang menempati los dan ruko.  Lokasi   usaha   pedagang    saat    ini berbeda- beda.  Misalnya  para  pedagang  yang menempati  los  letaknya   strategis   dan ada pula  para  pedagang  yang  menempati  los kurang strategis yang letaknya  jauh keramaian, pojokan pasar dan jauh dari pintu masuk.</p>
<p>Lokasi  tempat  untuk  berjualan merupakan  hal  yang  sangat  penting  untuk dipertimbangkan, selain itu sebagian pedagang telah menjadikan badan jalan untuk berjualan.  Bagian  samping,  belakang   pasar keadaannya   masih   kotor dan  bau  akibat penumpukan  sampah.  Kondisi  tempat   yang nyaman   dan bersih akan  berpengaruh terhadap  minat  pembeli  untuk  datang  ke pasar,  karena pembeli akan merasa nyaman dengan tempat itu sehingga akan menguntungkan para pedagang.</p>
<p> </p>
<p>Pedagang yang tidak tertampung memanfaatkan lokasi yang berada di bagian Timur, Barat dan Selatan untuk memasarkan hasil-hasil pertanian, perkebunan, peternakan, serta perikanan. Hal ini menyebabkan sering terganggunya arus lalu lintas disekitar alur jalan keluar masuk Pasar inpres Manonda, apalagi pada hari pasar senin  dan  jumat  yang  membuat  pasar  dipadati oleh pedagang musiman.</p>
<p>Bertahannya pasar Inpres Manonda sampai  saat  ini  mengindikasikan bahwa pedagang telah memberikan kontibusi yang baik. Pengelolaan aset pasar yang profesional dan transparan, secara keseluruhan kebijakan pengembangan pasar sangat berpengaruh dari segi ekonomi, Terciptanya pasar tradisional yang aman,   nyaman,   dan    bersih    akan berdampak baik bagi pedapatan pedagang itu sendiri,maupun  bagi  pegunjung  dan pembeli.   Menampung pedagang kecil atau golongan ekonomi lemah dalam melakukan  aktifitas  usahanya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang.</p>
<p> </p>
<h1> </h1>


]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fkm.untad.ac.id/pemasangan-x-banner-pembagian-pamflet-dan-poster-covid-19-di-pasar-sentral-inpres-manonda-kota-palu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Pembuatan Olahan Aneka Kue Berbasis Umbi-Umbian Di Kelurahan Lambara Kota Palu</title>
		<link>https://fkm.untad.ac.id/pelatihan-pembuatan-olahan-aneka-kue-berbasis-umbi-umbian-di-kelurahan-lambara-kota-palu/</link>
					<comments>https://fkm.untad.ac.id/pelatihan-pembuatan-olahan-aneka-kue-berbasis-umbi-umbian-di-kelurahan-lambara-kota-palu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2021 08:23:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fkm.untad.ac.id/?p=56519</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sampai saat ini umumnya pemanfaatan umbi-bumbian hanya dikonsumsi dalam bentuk segar ataupun direbus hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan kue berbahan dasar umbi-umbian khususnya ibu-ibu kader kesehatan di Kelurahan Lambara, Kota Palu. <strong>Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat</strong> ini adalah meningkatkan pengetahuan peserta dalam pembuatan aneka kue berbasis umbi-umbian, memberikan ketrampilan cara pembuatan aneka kue berbasis umbi-umbian, memberikan pengetahuan dan ketrampilan cara menghitung nilai gizi, biaya produksi dan harga jualnya untuk dipasarkan. <strong>Manfaat dari yang dicapai dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat</strong> ini adalah peserta dapat mengetahui cara membuat aneka kue berbasis umbi-umbian untuk menjadi makanan yang lebih menarik dan bervariatif, peserta memiliki keterampilan pembuatan aneka kue berbasis umbi-umbian untuk menjadi kue yang lebih menarik dan bervariatif, dapat meningkatkan pendapatan ibu-ibu kader kesehatan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga di Kelurahan Lambara Kota Palu. <strong>Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan</strong> ini adalah: 1) Metode ceramah : digunakan untuk  menjelaskan materi tentang macam-macam pegolahan kue berbasis umbi-umbian. 2) Metode Praktek : digunakan untuk mempraktekkan macam-macam kue berbasis umbi-umbian. 3) Metode Diskusi : Dilakukan setelaj kegiatan selesai kegiatan pelatihan untuk mengetahui respon peserta. <strong>Peserta dalam kegiatan pelatihan</strong> ini adalah ibu-ibu kader kesehatan di Kelurahan Lambara Kota Palu. <strong>Jenis kue yang akan dipraktekkan adalah </strong>Mochi Ubi Ungu, brownis ubi ungu, Ubi Ungu Cokelat Keju.</p>
<p>Keyword: Pelatihan, Aneka Kue, Ubi Ungu, Kader Kesehatan</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fkm.untad.ac.id/pelatihan-pembuatan-olahan-aneka-kue-berbasis-umbi-umbian-di-kelurahan-lambara-kota-palu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Pembuatan Olahan Aneka Kue Berbasis Tepung Pisang Di Kelurahan Lambara Kota Palu</title>
		<link>https://fkm.untad.ac.id/pelatihan-pembuatan-olahan-aneka-kue-berbasis-tepung-pisang-di-kelurahan-lambara-kota-palu/</link>
					<comments>https://fkm.untad.ac.id/pelatihan-pembuatan-olahan-aneka-kue-berbasis-tepung-pisang-di-kelurahan-lambara-kota-palu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2021 08:21:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://fkm.untad.ac.id/?p=56516</guid>

					<description><![CDATA[]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sampai saat ini umumnya pemanfaatan pisang hanya dikonsumsi dalam bentuk segar ataupun direbus hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan ketrampilan tentang pengolahan makanan kecil berbahan dasar pisang khusus kaum perempuan dan kader kesehatan di Kelurahan Lambara, Kota Palu. <strong>Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat</strong> ini adalah meningkatkan pengetahuan peserta dalam pembuatan aneka kue berbasis tepung pisang, memberikan ketrampilan cara pembuatan aneka kue berbasis pisang, memberikan pengetahuan dan ketrampilan cara menghitung nilai gizi, biaya produksi dan harga jualnya untuk dipasarkan. <strong>Manfaat dari yang dicapai dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat</strong> ini adalah peserta dapat mengetahui cara membuat aneka kue berbasis pisang untuk menjadi makanan yang lebih menarik dan bervariatif, peserta memiliki keterampilan pembuatan aneka kue berbasis pisang untuk menjadi kue yang lebih menarik dan bervariatif, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga di Kelurahan Lambara Kota Palu. <strong>Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan</strong> ini adalah: 1) Metode ceramah : digunakan untuk  menjelaskan materi tentang macam-macam pegolahan kue berbasis pisang. 2) Metode Praktek : digunakan untuk mempraktekkan macam-macam kue berbasis pisang. 3) Metode Diskusi : Dilakukan setelaj kegiatan selesai kegiatan pelatihan untuk mengetahui respon peserta. <strong>Peserta dalam kegiatan pelatihan</strong> ini adalah kader kesehatan di Kelurahan Lambara Kota Palu. <strong>Jenis kue yang akan dipraktekkan adalah </strong>Kue bolu tepung pisang, Cookies tepung pisang, Bubur balita, Pan cake. Hasil kegiatan yaitu para peserta berhasil membuat brownis dan cookies tepung pisang, serta mendapatkan informasi nilai gizi dan nilai ekonomi dari kue yang dibuat</p>
<p> </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://fkm.untad.ac.id/pelatihan-pembuatan-olahan-aneka-kue-berbasis-tepung-pisang-di-kelurahan-lambara-kota-palu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
